Sanski PPN

Ketahui Akibat dan Sanksi Terlambat Bayar PPN

Posted on

PPN adalah singkatan dari Pajak Perpanjangan Nilai, yaitu pajak yang dikenakan terhadap setiap pertambahan nilai barang dari produsen ke konsumen. Dengan kata lain, PPN merupakan pungutan yang dikenakan dalam setiap proses produksi ataupun distribusi. Hal itulah yang menyebabkan kita sering menemui tagihan PPN dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada saat makan di restoran atau saat belanja di supermarket.

Sanski PPNDalam PPN, semua beban pungutan jarum dibebankan kepada pembeli atau konsumen akhir. Sebagai buktinya, maka total PPN yang harus dibayar selalu dituliskan di setruk belanja atau setruk pembelian. Rupanya, PPN harus dibayar sesegera mungkin. Jika tidak, maka pembeli akan mendapatkan akibat dan sanksi yang cukup memberatkan. Berikut ini beberapa akibat dan sanksi jika seseorang telat membayar PPN.

Sanksi Administrasi Berupa Denda

Denda merupakan salah satu jenis sanksi administrasi yang paling banyak dijumpai dalam UU perpajakan. Jumlah denda yang harus dibayarkan berbeda-beda, tergantung jumlah, persentase dari jumlah tertentu, atau perkalian dari jumlah tertentu.

Umumnya, sanksi denda ini juga dikenakan bersamaan dengan sanksi pidana. Untuk menghindarinya, kita harus selalu teliti dalam memeriksa setruk belanja atau pembelian yang kita terima.

Sanksi Administrasi Berupa Bunga

Sanksi ini akan diberikan jika pelanggaran yang dilakukan menyebabkan utang pajak menjadi lebih besar. Dengan kata lain, bunga diberikan kepada wajib pajak yang catatan hutang piutangnya membengkak. Total bunga yang harus dibayarkan dihitung berdasarkan persentase dari suatu jumlah tertentu. Mulai dari saat bunga tersebut menjadi hak atau kewajiban sampai dibayarkan.

Sanksi Administrasi Berupa Kenaikan

Kenaikan menjadi salah satu jenis sanksi yang paling dihindari oleh wajib pajak. Hal ini dikarenakan jika wajib pajak mendapatkan sanksi kenaikan, maka jumlah pajak yang harus dibayar akan naik menjadi berlipat ganda. Apalagi, sanksi kenaikan ini dihitung dari persentase tertentu yang ditentukan dari jumlah pajak yang kurang atau belum dibayar.

Sanksi Pidana

Berdasarkan Undang-undang perpajakan yang berlaku, ada tiga jenis sanksi pidana, yaitu denda pidana, pidana kurungan, dan juga pidana penjara. Denda pidana dikenakan pada wajib pajak yang melakukan pelanggaran yang masih bersifat ringan atau kecil.

Sanksi pidana kurungan diancamkan kepada wajib pajak yang melakukan pelanggaran, baik dari wajib pajak itu sendiri atau pihak ketiga. Sedangkan sanksi pidana penjara ini hampir sama dengan pidana kurungan. Bedanya, pidana penjara hanya ditujukan kepada pejabat dan wajib pajak, tidak kepada pihak ketiga.

Bagi yang tidak ingin terkena sanksi-sanksi di atas, sebaiknya jika mendapat tagihan PPN segera dibayarkan. Mengingat PPN adalah jenis pajak yang jumlah pembayarannya tidak terlalu besar, maka pastinya membayarnya bukanlah hal yang berat. Untuk memudahkan Anda dalam mengingat pembayaran PPN, bisa menggunakan aplikasi buku kas. Di aplikasi ini Anda bisa mencatat uang masuk dan uang keluar secara terstruktur termasuk catatan hutang piutang. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa mengaksesnya melalui https://www.bukukas.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.