Ibu Umur 43 Tahun jadi Pasien Pertama di Dunia yang Diujicoba Vaksin Corona

Posted on

Dunia kesehatan saat ini tengah diguncang dengan sebuah wabah virus yang diberi nama Covid-19 atau Corona. Diamana WHO sendiri menyebutkan jika wabah virus Corona ini sendiri sebagai pandemi. Wabah yang awalnya hanya ada di Wuhan, China ini akhirnya telah sampai ke sejumlah negara di dunia dan telah membuat ribuan orang meninggal karenanya.

Saat ini, para peneliti pun teurs bekerja dari sejumlah negara yang ada di dunia untuk mengembangkan sebuah vaksin penangkal virus Corona dengan tujuan agar bisa menghentikan virus ini untuk tidak menginfeksi lebih banyak orang lagi. Namun, dalam proses penemuan vaksin sendiri, dipastikan akan ada banyak ujicoba terhadap manusia. Dimana hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif kah vaksin tersebut untuk menangkal virus.

Ujicoba ini sendiri pastinya perlu banyak relawan dan untuk menemukan relawan seperti ini akan sangat sulit. Namun, di Amerika Serikat sendiri seperti dilansir dari The New York Times, setidaknya hingga saat ini tela ada empat orang pasien yang bersedia untuk menjadi kandidat uji coba vaksin Corona.

Jennifer Haller adalah orang pertama yang akan menerima ujicoba vaksin tersebut. Dimana ibu dua orang anak ini berusia 43 tahun saat ini. Vaksin sendiri nantinya akan disuntikkan kepada Jennifer yang dipastikan tidak akan menyebabkan Covid-19. Akan tetapi, vaksin ini memiliki kode genetik yang tidak berbahaya yang diambil dari virus yang menjadi penyebab penyakit yang bernama Corona tersebut.

Sementara itu, untuk tiga pasien lainnya tengah menunggu untuk disuntikkan pasien. Dipastikan dosis yang akan diterima oleh keempat pasien tersebut akan berbeda-beda. Keempat pasien ini pun nantinya akan terus dimonitor untuk mengetahui efektivitas vaksin COVID-19 yang memang tengah melalui tahap pengembangan tersebut. Untuk diketahui bahwa penelitian vaksin COVID-19 ini pun dipimpin oleh Dr. Lisa Jackson dari Kaiser Permanente.

Dr. Anthony Fauci dari Institut Kesehatan Nasional AS menyebutkan jika tahapan penting akan proses pembuatan vaksin ini sebenarnya sudah dilakukan. Namun, masyarakat umum perlu bersabar karena memang pembuatannya secara massal pun dipastikan akan berjalan lama hingga memakan waktu 12 sampai 18 bulan. Kandidat vaksin pun telah diberi kode mRNA-1273 dan dikembangkan oleh sebuah perusahaan bioteknologi NIH dan Massachusetts, Moderna Inc

Sementara ada tim lain yang juga mengembangkan vaksin sejenis oleh mereka sendiri. Sebut saja Inovio Pharmaceuticals yang akan memulai studi keamanannya sendiri pada bulan depan di AS, China dan Korea Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.